Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rangkuman tentang Jinayat super lengkap mudah dipahami


Jinayat memiliki pembahasan mengenai tindak pidanan pembunuhan dan penganiayaan serta sangsi hukumnya seperti qishash, diyat, dan kaffarah.
• Pembunuhan adalah melenyapkan nyawa seseorang dengan sengaja atau tidak sengaja, dengan menggunakan alat mematikan ataupun tidak.

 • Macam-macam pembunuhan ada 3, yaitu:

1. Qatl al-‘amdin (pembunuhan sengaja).
 2. Qatl al-syibhi al-‘amdin (pembunuhan seperti sengaja).
3. Qatl al-khata’ (pembunuhan tersalah). Diantara teks syar’i yang menjelaskan tentang larangan membunuh adalah Q.S. al￾Isra’: 33.

1. Terkait dengan pembunuhan berkelompok, mereka yang membunuh seseorang secara berkelompok, maka semuanya harus diqishash.

 2. Hikmah terbesar dari pengharaman praktik pembunuhan adalah memelihara kehormatan dan keselamatan jiwa manusia. Jenis jinayat yang kedua adalah penganiayaan. Secara umum penganiayaan dibagi menjadi 2, yaitu;

 1. Penganiayaan berat yaitu perbuatan melukai atau merusak bagian badan yang menyebabkan hilangnya manfaat atau fungsi anggota badan tersebut, seperti; memukul tangan sampai patah, atau merusak mata sampai buta dan sejenisnya. 2. Penganiayaan ringan yaitu perbuatan melukai anggota tubuh orang lain yang menyebabkan luka ringan. • Dasar hukum larangan tindak penganiayaan adalah Q.S. al-Maidah; 45.

 • Qishash adalah hukuman balasan yang seimbang bagi pelaku pembunuhan maupun penganiayaan yang dilakukan secara sengaja.

• Dasar hukum qishash baik terkait dengan pembunuhan atau penganiayaan ditegaskan dalam Q.S. al-Maidah; 45. • Syarat-syarat dilaksanakannya qishash adalah; 1. Orang yang terbunuh terpelihara darahnya.
2. Pembunuh sudah aqil baligh.
3. Pembunuh bukan bapak (orang tua) dari terbunuh.
4. Orang yang dibunuh sama derajatnya dengan yang membunuh.
5. Qishash dilakukan dalam hal yang sama. Jiwa dengan jiwa, mata dengan mata dan sebagainya. Diyat adalah sejumlah harta yang wajib diberikan kepada pihak terbunuh atau teraniaya.

• Sebab-sebab ditetapkannya diyat

1. Pembunuhan sengaja yang pelakunya dimaaϐkan pihak terbunuh (keluarga korban).
2. Pembunuhan semi sengaja.
3. Pembunuhan tersalah.
4. Pembunuh lari akan tetapi identitasnya sudah diketahui secara jelas. Dalam konteks ini diyat dibebankan kepada keluarga pembunuh.
5. Qishash sulit dilaksanakan (terkait dengan tindak pidana penganiayaan). Diyat terbagi menjadi dua macam.

 Diyat mughaladzah (berat) dan diyat mukhaffafah (ringan).

1. Diyat mughaladzah (berat) dengan membayar 100 ekor unta yang terdiri dari; - 30 hiqqah (unta betina berumur 3-4 tahun). - 30 jadz’ah (unta betina berumur 4-5 tahun). - 40 khilfah (unta bunting).

2. Diyat mukhaffafah (ringan) dengan membayar 100 ekor unta yang terdiri dari; - 20 hiqqh (unta betina berumur 3-4 tahun). - 20 jadz’ah (unta betina berumur 4-5 tahun). - 20 binta makhadh (unta betina lebih dari 1 tahun). - 20 binta labun (unta betina berumur lebih dari 2 tahun). - 20 ibna labun (unta jantan berumur lebih dari 2 tahun).

• Secara istilah kaffarah mempunyai makna denda yang wajib dibayarkan seseorang yang telah melanggar larangan Allah tertentu. Kaffarah merupakan tanda bahwa ia bertaubat kepada Allah.

• Kaffarah pembunuhan adalah memerdekakan budak muslim. Jika hal tersebut tidak mampu dilakukan, maka pilihan selanjutnya adalah puasa 2 bulan berturut-turut.

 • Allah menerangka kaffarah pembunuhan dalam al-Qur’an: 

Artinya:“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had￾yad yang dibawa sampai ke Ka’bah atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaaϔkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.” (QS. AlMaidah : 95)
irhan hisyam
irhan hisyam Perkenalkan guys nama saya irhan hisyam suka nonton film dan bermain game tapi untuk saat ini fokus buat kebahagiakan orang tua :)

Posting Komentar untuk "Rangkuman tentang Jinayat super lengkap mudah dipahami"